Showing posts with label Famz. Show all posts
Showing posts with label Famz. Show all posts

Friday, November 11, 2011

Surga Bagi Ayah


Kerasnya tantangan kehidupan dalam mencari rizki, beratnya beban tanggung jawab yang melelahkan dan debu-debu tanah yang menempel seakan begitu berat, tampak di wajahmu dalam perjuangan (jihad) terbesar dan ibadah paling mulia bagi seorang laki-laki yang menyandang status sebagai kepala keluarga
Allah subhanahu wata'aala telah menjadikannya pemimpin atas keluarganya dan telah memerinci mengenai hal itu dalam sebuah firman-Nya "Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya".
Allah subhanahu wata'aala juga menjanjikan pahala yang agung baginya dan keutamaan yang besar atas nafkah yang dikeluarkan dan perawatannya bagi anak-anaknya. seperti sabda Rasulullah shallallahu alahi wasallam berkata kepadanya,"Sesungguhnya, sebesar apapun nafkah yang engkau keluarkan atas keluargamu, maka engkau diberi pahala (atas hal itu), sekali pun sesuap yang engkau sodorkan ke mulut isterimu." (HR.al-Bukhari)

Bagi yang menjadi tulang punggung keluarga! Hendaknya bergembira karena dijanjikan surga oleh Rasulullah subhanahu wata'aala, yakni selama kamu berada di dalam Jihad Tarbiyah, saat kamu menanggung bebannya, bersabar atas keletihan yang dirasakan dan berjuang melawan kesulitan-kesulitannya! Bila kamu merasa permasalahanmu demikian pelik dan seakan membuat frustasi, maka lihatlah karunia yang diberikan Allah subhanahu wata'aala kepadamu.Ketika itu, pasti kamu akan merasakan kesabaran memenuhi seluruh relung-relung hatimu, menghapus kesedihanmu, dan memantapkan langkahmu untuk menempuh celah-celah kehidupan.

Janganlah bersedih, lihatlah bagaimana Allah mengaruniaimu dua kali nikmat:

a.Pertama, Saat Dia menganugerahimu keluarga yang bisa jadi Dia tidak menganugerahkannya kepada orang lain. Dia telah berkenan mengaruniaimu keturunan, namun tidak memberikannya kepada orang lain. Dia berkenan memberikanmu anak, namun tidak memberikannya kepada orang lain. Renungkan apa yang diberikan-Nya kepada Rasul-Nya tentang hal itu, (artinya) "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan..." (QS.ar-Ra'd:38) Nikmat mendapatkan anak merupakan nikmat yang besar, yang wajib disyukuri dan untuk melakukannya dituntut suatu perjuangan. Dan ini baru dalam satu nikmat yang faedahnya tidak terhingga banyaknya.

b.Kedua, saat Dia menjadikan tanggung jawabmu atas anak-anak dan jihadmu dalam mendidik dan menumbuh-kembangkan mereka sebagai salah satu pintu kebaikan bagimu di akhirat kelak, saat dan tempat Dia mengampunimu dan menambahkan pahala bagimu karenanya.

Anak Perempuan dan Pahala Besar
Masih saja ada wajah-wajah yang kecewa, cemberut, dan murung manakala mengetahui anak yang barusan lahir dari perut isterinya berkelamin perempuan padahal sejak awal,

Orang yang bersedih karena kelahiran bayi perempuannya adalah orang yang tidak memahami bahwa Sang Pemberi anak laki-laki dan perempuan itu adalah Allah subhanahu wata'aala. Dia berfirman, "Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS.asy-Syuro:49-50)
Para ulama berkata, "Allah subhanahu wata'aala mengedepankan penyebutan perempuan atas laki-laki untuk memberikan karunia kepadanya (Perempuan). Karenanya, Dia memulai penyebutan diri perempuan sebelum laki-laki."

Mengenai betapa besar pahala yang diberikan kepada orangtua yang dianugerahi anak-anak perempuan, simak hadits yang diriwayatkan dari 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani radhiallahu `anhu, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Siapa saja yang memiliki tiga orang puteri, lalu bersabar, memberi makan, memberi minum dan memberi pakaian mereka dari hartanya, maka mereka kelak akan menjadi penghalang (tameng) baginya dari sentuhan api neraka." (Shahih al-Jami':534) Dalam hadits lain yang mirip dengan itu disebutkan, bahwa bukan hanya bagi yang memiliki tiga orang anak perempuan, bahkan seorang anak perempuan pun, bilamana ia memberikan tempat tinggal, mengasihi dan menanggung mereka, maka dipastikan ia masuk surga. (HR.Ahmad)

Berbahagialah karena mendapatkan rizki berupa anak-anak, yang merupakan kebaikan-kebaikan bagimu kelak setelah meninggalkan dunia yang fana ini. Bila kamu memberikan pendidikan yang baik kepada mereka, niscaya mereka akan menjadi anak-anak yang shalih lagi beriman. Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Bila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: Sedekah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang berdoa untuknya." (HR. Muslim).

Semoga kita tidak menyia-nyiakan peluang yang teramat berharga ini.
Subhanallah.


(saya kutip dari: "Ila Shahib al-'Iyal", Ibn Khuzaimah, Riyadh, Abu Shofiyyah )

Sunday, October 23, 2011

Yang muda dan kuat kelak akan menjadi tua pula ....

Cerita inspiratif ini saya sadur dari kiriman teman.
saya peruntukkan bagi diri saya.

Suatu hari seorang sahabat pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya dan si opa menceritakan kisah hidupnya.

Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus bekerja, mencari uang dan usaha yang baik untuk keluarga saya bahkan hingga larut malam, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya/ karir dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai ke luar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.

Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau
plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan?''''''''''''''''''

Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.

Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa. Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.

Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?
Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.

Jika kita masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.

Wednesday, January 5, 2011

Ceria (Ber)keluarga


Tidak mudah mewujudkan suasana yang selalu ceria di dalam rumah tangga. Sering saya menemukan, keluarga yang jarang sekali melakukan canda tawa di dalam rumahnya. Lebih sering pertengkaran yang terdengar, bila tidak antara ibu dan ayah, antara kakak dan adik.

Pertemuan antar anggota keluarga hanya diliputi dengan suasana dingin. Kalaupun ada canda, yang tertangkap adalah canda yang berupa ejekan sinis di antara sesama anggota keluarga. Ah, betapa tidak bahagianya hidup dalam rumah semacam itu.

Pernah juga saya temukan posisi ayah yang sangat sakral, isteri dan anak-anak sangat takut kepada sang ayah. Makan pun selalu ayah yang lebih dahulu disiapkan. Setelah sang ayah selesai, barulah ibu dan anak-anak makan bersama-sama. Saya berpikir, betapa sepinya sang ayah, menjadi orang yang dijauhi oleh semua anggota keluarga lainnya.

Sebenarnya faktor apa yang membuat suatu keluarga memancarkan keceriaan pada semua anggotanya. Apa yang membuat suatu keluarga menjadi tempat yang sehat bagi perkembangan karakter setiap anggotanya?

Ketika seseorang menikah, tidak ada yang tahu apa yang akan ditemuinya dalam perjalanan pernikahannya nanti. Pasti ada kerikil-kerikil tajam yang menghadang langkahnya untuk meraih kebahagiaan di dalam rumah tangga.

Ada orang-orang yang gagal menyingkirkan kerikil-kerikil tajam itu dan gagal mencicipi kebahagiaan, tetapi ada juga orang yang sukses menyingkirkan kerikil tajam tersebut dan memelihara kebahagiaan bersama keluarganya.

Belajar dari kisah hidup Rasulullah SAW dalam membangun keluarganya, ada banyak pelajaran yang bisa menjawab pertanyaan saya dalam mewujudkan keluarga ceria tersebut.

Pelajaran pertama adalah kuatnya visi beliau dalam menjalankan pernikahan. Hal inilah yang mempengaruhi beliau dalam memilih pasangan untuk bersama-sama mencapai visi tersebut.

Visi beliau yang utama adalah visi untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Visi inilah yang dibawa oleh beliau ketika menikah dengan Khadijah, seorang wanita yang matang dan sangat memahami kebutuhan suaminya.

Khadijah pula yang sangat mendukung beliau di hari-hari pertama diangkatnya beliau sebagai Rasul. Rasulullah sangat bahagia bersama ibunda Khadijah saat itu.

Visi berikutnya adalah mendakwahkan Islam ke seluruh umat manusia. Visi inilah yang dibawa beliau ketika menikahi isteri-isterinya sesudah ibunda Khadijah.

Dengan visi yang kuat inilah yang membuat beliau mampu melewati berbagai rintangan yang dilaluinya dalam berumah tangga. Bahkan ujian-ujian beliau dalam mensyiarkan Islam, seperti peperangan, dan juga fitnah-fitnah yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam saat itu, tidak mampu menggoyang biduk rumah tangga beliau.

Pelajaran kedua adalah pemahaman beliau dalam memenuhi kebutuhan para isterinya. Kebutuhan yang mendasar dari seorang isteri adalah mendapatkan perhatian penuh dari suaminya.

Perlakuan Beliau yang lembut kepada isteri-isterinya membuat semua isteri-isterinya merasa berbahagia menjadi isteri beliau. Begitu pun kesediaan beliau memenuhi kebutuhannya sendiri bila dilihatnya sang isteri sedang sibuk melakukan suatu pekerjaan. Dalam satu riwayat, Beliau senang membantu keluarganya dalam urusan rumah tangga di antara kesibukannya sebagai pemimpin ummat.

Pelajaran ketiga adalah betapa hebatnya pola komunikasi yang dijalankan oleh Rasulullah kepada seluruh anggota keluarganya. Betapa lembutnya beliau berbicara kepada isteri-isterinya. Betapa lembutnya beliau kepada Fatimah anaknya dan juga cucu-cucunya.

Tidak ada sekat yang sengaja dipasang oleh beliau yang membuat anggota keluarganya enggan mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya. Semuanya menghormati beliau, tetapi tidak takut kepadanya.

Rasulullah juga mampu meredam api cemburu yang sering ada di hati para isterinya. Beliau mampu mengarahkan rasa cemburu itu ke arah yang lebih positif. Mengarahkannya untuk mencari cinta yang lebih tinggi lagi, yaitu keridhaan Allah SWT.

Betapa indahnya bila kita bisa bercermin dari Rasulullah dalam menjalankan rumah tangganya. Semoga Allah selalu menunjukkan jalan kepada kita dalam mewujudkannya. Amien.

Wednesday, December 22, 2010

Love U mom, forever


Tak terasa hari ibu berlalu, tapi akankah kebahagiaan seorang ibu hanya
ada 1 hari ......

Bila senang, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari....ibu

Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu

Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat....ibuku

Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu

Bila sambut hari kasih sayang. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"

Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. ibu ingat aku

Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu

Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu
Renungkan:

"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja... masih ingatkah kau pada
ibu?

tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".


Berderai air mata jika kita mendengarnya........

Tapi kalau ibu sudah tiada..........

IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... .
Berapa banyak yang sanggup membuang belatung dan membersihkan luka kudis
ibunya....
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya ketika
beliau renta.....

Ya Allah, semoga hamba kau beri rahmat untuk menjadi hambamu yang sholeh
kepada kedua orang tua hamba

semoga amal seorang ibu yang sholehah pada suaminya menjadi bekal
kenikmatan kelak di akhirat, amien.

Firman NS
(Mamank is the nick name)

Saturday, November 20, 2010

Sosok Ayah Bagiku


Ayah ingin aku punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.


Ayah hanya menyuruhku mengerjakan pekerjaan yang aku sukai.

Ayah sering tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika aku lahir dan dia mendengar aku menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika aku masih kecil, ia bisa memelukku untuk mengusir rasa takutku…ketika aku mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika panas badanku tidak kunjung turun

Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanku untuk pergi jalan-jalan sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat aku pergi bermain dengan teman-temanku. Karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil aku.

Ayah membantu membuat impianku jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanku untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air ketika aku berenang

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu aku mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di mata temanku, tetapi di mataku dia tampak lucu dan menyayangi.

Ayah selalu senang membantuku menyelesaikan PR,

Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam… walaupun harus makan dalam lauk yang seadanya.

Ayah akan memberiku tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pandanganku terhalang oleh orang lain di depanku waktu melihat pawai

Ayah tidak akan memanjakanku ketika aku sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu aku membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahuku apa yang harus aku lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

AYAH ITU MURAH HATI…..

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang aku butuhkan…. .

Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau aku ingin bicara…

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp ku tiap semester, meskipun aku tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

Ayah akan berkata “tanyakan saja pada ibumu” ketika ia ingin berkata “tidak”.

Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika aku mulai berani berkata tidak jujur.

Ayah mengatakan “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal aku sanggup kehilangan apa yang aku harapkan”

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatku melakukan sesuatu persis seperti caranya….

Ayah lebih bangga pada prestasiku, daripada prestasinya sendiri….

Ayah hanya mnyalamiku erat ketika pertama kali aku harus pergi meningalkan rumah setalah aku menikah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah rela melepaskanku.

Ayah mengira seratus adalah tip..; Seribu adalah uang saku..; Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…

ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: “jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan: “jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada dia dulu….

Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangiku untuk mencintai Allah, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar aku dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah, ssssssssttt…!

Tau gak siii? Ternyata ayahku itu benar-benar MENAKJUBKAN

I Love You Ayah

Sunday, October 10, 2010

Tips Anak Aman dari Bahaya Internet

Ranah internet tidak sepenuhnya aman, apalagi jika pengguna tidak memiliki tameng untuk melindungi dirinya dari risiko yang menghadang. Pengamanan diri dari bahaya internet sebaiknya dilakukan, apalagi jika berkaitan dengan jaringan yang dipakai publik. Di lingkungan sekolah apalagi, murid-murid yang memakai jaringan internet sekolah harus dijauhkan dari segala bentuk ancaman mulai dari soal privasi dan file sharing, kebebasan berpendapat di internet, konten yang tidak pantas, sampai ke permasalahan virus dan keamanan jaringan sekolah. Berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan para admin atau guru agar anak didik dan jaringan sekolahnya aman:

1. Memasang Firewall
Admin di sekolah sebaiknya menginstal software firewall yang mampu memonitor informasi baik yang menuju maupun yang keluar dari server sekolah, sebagai langkah pengamanan jaringan. Firewall ini akan mampu mencegah informasi tertentu (baik file ataupun program) berseliweran keluar ataupun masuk jaringan sekolah. Dengan adanya firewall, guru maupun pelajar tidak dimungkinkan untuk men-download software gratisan, mengunggah/mengirim informasi tertentu atau membuka attachment email. Aksi men-download dan membuka file attachment bisa menjadi jalan bagi virus untuk merusak sistem komputer dan membuka celah bagi hacker untuk mengakses informasi milik sekolah.

2. Memasang Software Filtering
Langkah selanjutnya adalah memasang software filtering untuk mencegah pelajar mengakses informasi atau situs-situs yang tidak pantas. Filter ini bekerja berdasarkan kata kunci (keyword) atau frase tertentu yang diketikkan. Jika dirasa kata kunci yang diketikkan mengandung kata-kata ‘dewasa’ seperti seks atau payudara, maka user tidak akan menemukan hasil pencarian yang dituju. Meski begitu filter ini tidak bisa sukses 100% karena kini pemilik situs makin lihai menyiasati pemblokiran akses dengan cara menciptakan URL yang tidak mencurigakan, namun dalam kenyataan menyesatkan. Terkadang, beberapa filter ada yang mencegah user menggunakan layanan chatting dan blog karena alasan konten yang tidak pantas dan risiko keamanan. Pemasangan filter tetap menjadi langkah yang dihimbau untuk dilakukan demi keamanan para pelajar.

3. Membatasi Upload Konten
Keamanan internet bukan hanya berbicara tentang apa yang kita akses, namun juga tentang apa yang kita posting di internet. Sejumlah sekolah memiliki kebijakan pelarangan pemakaian foto para pelajar di situs mereka. Yang lain boleh memakai foto, namun dengan syarat tidak mencantumkan nama. Sedang sekolah lain ada yang membolehkan foto, namun dengan nama depan saja.

4. Jadi Panutan
Beberapa tips di atas adalah aksi yang penting dilakukan untuk mengamankan pelajar dan sekolah dari bahaya internet. Namun di luar itu, langkah terpenting ada di pundak guru dan orang tua yang diharapkan mampu menjadi panutan bagi murid dan anak-anaknya dengan mengajarkan anak untuk memakai internet secara bertanggung jawab. Diskusi di kelas dan peragaan adalah sesuatu yang sangat bermanfaat bagi pelajar. Dengan hal tersebut, melek akan bahaya internet dan berselancar di dunia maya secara sehat bukanlah hal yang susah lagi.

Sumber : http://ictwatch.com/internetsehat/

Saturday, January 23, 2010

Sosok Ayah

Tuk’ smua ayah d dunia n special thank’s buat Papa

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau
lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?” Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti…

Dan akhirnya….Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia!

Kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiakanlah ia bersama suaminya….”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’)

Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai….
Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung…